pendidikan

pendidikan
ayo belajar

Rabu, 03 Maret 2010

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT


A. PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA

Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dunia pendidikan. Karena keluarga merupakan awal terjadinya interaksi antara orang tua dan anak, sehingga pendidikan yang pertama dilakukan adalah di lingkungan keluarga. Oleh karena itu keluarga banyak berperan dalam mengembangkan pendidikan. Bimbingan dan arahan yang diberikan oleh orang tua akan mempengaruhi tahap perkembangan anaknya, anak harus diberikan kebebasan dalam bekembang sesuai dengan tahap perkembangan yang dilaluinya. Untuk itu orang tua harus memahami dan mengerti apa yang menjadi kebutuhan anaknya. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan anak mulai dari tahap sensori motor, pra operasional konkrit dan operasional konkrit yaitu dimulai dari umur 0- sampai dengan 11 tahun. Untuk itu setiap tahap anak harus melewati sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Interaksi antara orang tua dan anak sangat diperlukan agar dalam keluarga terjalin hubungan yang harmonis.
Orang tua harus membimbing dan mengarahkan anaknya agar menjadi anak yang bertanggung jawab, disiplin dan beretika sesuai dengan norma dan keyakinan dalam keluarganya. Kebutuhan yang dibutuhkan oleh anak harus dipenuhi orang tuanya yaitu : makan, minum, pakaian, rasa kasih sayang, perhatian, rasa aman dan hiburan yang cukup. Anak juga diajak untuk berdiskusi dan saling terbuka dalam keluarga, sehingga semua keluarga bisa mengerti dan saling memahami. Tanpa adanya keterbukaan dan keharmonisan dalam keluarga maka keluarga tersebut tidak akan harmonis. Bimbingan dan didikan yang diberikan oleh orang tua akan menjadi bekal anak ketika beranjak dewasa nanti. Untuk itu faktor keluarga sangat menentukan perkembangan anak, sementara itu anak juga harus mengerti dan memahami tugas dan kewajibannya sebagai anak.
Jadi peran anak pun juga mempengaruhi keberhasilan orang tuanya dalam membimbingnya. Sehingga harus saling mengerti dan bekerjasama agar orang tua juga bisa mengarahkan anaknya, sementara anaknya juga harus menjalankan apa yang tel;ah diajarkan orang tuanya demi masa depannya nanti.

B. PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH
Sekolah merupakan tempat untuk mentransfer semua ilmu pengetahuan sekaligus untuk bergaul dengan teman-temannya. Dalam perkembangan pendidikan selama ini orang tua secara tidak langsung menyerahkan semua tanggung jawabnya kepada pihak sekolah. Peran serta orang tua terhadap sekolah sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kegiatan yang berlangsung di sekolah hendaknya sesuai dengan kondisi dan permintaan masyarakat. Pihak sekolah harus memberikan tata tertib di lingkungan sekolah agar kegiatan anak dapat terkendali.
Selain itu di sekolah juga diberikan pelajaran agama dan moral agar anak didiknya menjadi anak yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Tanggung jawab pihak sekolah sangat berat dalam mendidik siswa siswinya karena apabila tejadi suatu masalah dengan siswanya orang tua akan mengadu kepada pihak sekolah. Untuk itu antara sekolah dengan orang tua harus saling bekerja sama dan saling mengawasi terhadap anaknya, ketebatasan waktu yang ada di sekolah menjadi kendala dari pihak sekolah dalam melakukanm pengawasan dan bimbingan. Untuk menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki anak didiknya maka pihak sekolah harus memfasilitasinya dengan cara mengadakan pelajaran ekstrakurikuler ataupun pelatihan sesuai dengan bakat dan minat yang dikehendaki.
Dengan bimbingan dan arahan dari guru maka kemungkinan kecil terjadinya kenakalan anak dapat diatasi. Selama dalam mengikuti proses pendidikan di sekolah siswa pun diajak untuk latihan berorganisasi agar mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Dalam berorganisasi anak akan dilatih dalam bertanggung jawab, disiplin, menghargai pendapat orang lain, dan membentuk kepribadian dalam dirinya, agar nantinya menjadi anak baik dan berguna bagi masyarakatnya. Untuk membekali anak dalam berinteraksi dengan teman yang beda agama, beda status dalam sosial maka pihak sekolah mengadakan tali persaudaraan antar siswa di sekolah, misalnya dengan mengadakan lomba baca puisi, lomba menari, lomba baris-berbaris dan lainnya. Jadi peran sekolah dalam mengembangkan pendidikan harus ada kerja sama dari orang tua siswa agar tercapai tujuan pendidikan yang bermutu tinggi.


C. PENGARUH LINGKUNGAN MASYARAKAT
Lingkungan masyarakat merupakan tempat berbaurnya semua komponen masyarakat, baik dari agama, etnis keturunan, status ekonomi maupun status sosial. Pengaruh yang ada di masyarakat dapat mempengaruhi anak terhadap dunia pendidikan. Dengan demikian dalam pergaulan sehari-hari antara anak dengan anak dalam masyarakat juga ada yang setaraf dan ada yang lebih lebih dewasa dalam bidang tertentu. Dalam bergaul anak harus memilah teman yang akan diajak bergaul, jangan sampai salah memilih teman yang tiak beretika dan tidak sopan sesuai dengan norma yang ada di masyarakat.
Kontrol dari masyarakat juga akan membantu dalam meningkatkan peran dan minat dalam berpendidikan. Tanpa adanya ikut serta maka mustahil pendidikan akan dapat berkembang. Sehingga antara orang tua dan masyarakat harus saling memberikan dukungan dan masukan sehingga dapat tercapai pendidikan sesuai dengan permintaan masyarakat. Seiring dengan peningkatan mutu pendidikan maka pendidikan harus menyesuaikan dengan permintaan masyarakat agar pendidikan dapat tercapai dan dapat meningkatkan SDM.S

D. UMPAN BALIK ATAU HUBUNGAN ANTARA TIGA VARIABEL DIATAS
( Sekolah, Masyarakat, dan Orang Tua).
Hubungan antara tiga komponen yaitu sekolah, masyarakat dan orang tua saling berkaitan dan saling melengkapi. Orang tua berperan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anaknya dengan cara menyekolahkan di sekolah yang sudah di sediakan masyarakatnya mulai jenjang SD sampai perguruan tinggi. Sekolah yang merupakan bagian dari salah satu instansi pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan SDM. Untuk itu sekolah harus berperan dan berupaya untuk memberikan pelayanan sesuai dengan permintaan masyarakat. Kemudian sebagai kontrol dalam pengawasan pendidikan masyarakat harus memberikan masukan dan pengarahan. Agar masyarakat dapat terlibat langsung dalam pengawasannya maka hendaknya masyarakat dilibatkan dalam keanggotaan pendidikan atau dewan sekolah. Dengan adanya dewan sekolah maka semua aspirasi dan usul dari masyarakat dapat terwakilil dalam sekolah dan akan di usulkan pada pemerintah.

Selasa, 02 Maret 2010

Makalah Kepribadian Sanguinis

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam dunia pendidikan kita sebagai seorang calon guru sebaiknya mengerti tentang kepribadian diri kita sendiri dan kepribadian peserta didik. Sebab hal ini merupakan sebuah pijakan yang baik untuk mengawali suatu proses pembelajaran yang baik juga.

Pada dasarnya kepribadian dari diri seseorang merupakan suatu cerminan dari kesuksesan. Seseorang yang mempunyai kepribadian yang unggul adalah seseorang yang siap untuk hidup dalam kesuksesan. Sebab dalam kepribadian orang tersebut terdapat nilai-nilai positif yang selalu memberikan energi positif terhadap paradigma dalam menghadapi tantangan dan cobaan kehidupan. Sebaliknya, seseorang dengan kepribadian yang rendah adalah seseorang yang selalu dilingkupi dengan kegagalan.


















BAB
PEMBAHASAN
KEPRIBADIAN SANGUINIS


Dalam buku Personality Plus (Florence Littauer) dipaparkan tentang 4 macam kepribadian yaitu :
1. Sanguinis.
2. Melankolis,
3. Phlegmatis dan
4. Kholeris,

Konon 4 tipe kepribadian tersebut yang mendasari pula karakter tokoh-tokoh dalam F-4 (Meteor Garden), serial TV yang sempat booming beberapa waktu lalu. Biasanya seseorang merupakan gabungan dari beberapa kepribadian, misalnya : Melankolis-Kholeris, yang artinya dominan Melankolis dan sedikit Kholeris. Tapi bila kamu hanya mempunyai satu tipe yang dominan misalnya Sanguinis saja, berarti tipemu adalah Sanguinis sejati.

Setiap orang menginginkan kepribadian yang lebih baik. Kita semua dilahirkan dengan ciri khas watak kita sendiri. Setelah kita tahu siapa diri kita maka kita bisa mulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain. Begitu kita memahami bagaimana cara mengeluarkan apa yang terbaik dari diri kita maka kita akan mendapatkan bahwa orang lain juga kelihatan lebih baik.

A. Pengertian Kepribadian Sanguinis
Kepribadian sanguinis adalah kepribadian yang popular dan kepribadian yang gembira, yang senang hatinya, mudah untuk membuat orang tertawa, dan bisa memberi semangat pada orang lain. Dia suka cerita, banyak omong ( bicara ), dan selalu menjadi pusat perhatian dari orang –orang disekitarnya. Orang sanguinis gampang bergaul dan mudah berteman. Salah satu kelemahannya adalah sifatnya yang moody, atau tergantung suasana hati. Kadang ia cepat gembira, namun tiba – tiba menangis, atau sebaliknya. Profesi yang kuat di bidang entertainment / hiburan biasanya diwarnai dengan orang – orang yang bertipe sanguinis.

Kepribadian sanguinis juga bisa disebut dengan kepribadian yang bersifat kekanak – kanakan. Dia orangnya aktif tapi tanpa pengelolahan dan emosi agak dangkal. Cepat dirangsang sehingga hidup batin agak riang tapi perasaan tidak mendalam sehingga memberi kesan kekanak – kanakan dalam arti positif dan negative. Benci pada hal rutin dan suka variasi. Lekas bosan dan suka main kupu – kupuan di bidang pekerjaan dan pemikiran.
Kepribadian ini ditandai oleh sifat yang mudah dan kuat menerima kesan atau pengaruh kejiwaan, tetapi yang tidak mendalam dan tidak tahan lama. Adapun sifat – sifat khas golongan ini ialah :
• Suasana perasaannya selalu penuh harapan
• Dengan senang menolong orang lain tetapi tidak dapat sebagai sandaran
• Dalam pergaulan peramah dan periang
• Umumnya bukan penakut, tetapi kalau bermasalah sukar bertaubat
Kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh kepribadian sanguinis
1. Dalam Emosi
A. Kekuatan Emosi
 Kepribadian menyenangkan
 Suka berbicara dan bercerita
 Menghidupkan suasana pesta
 Selera humor yang baik
 Ingatan akan warna
 Antusia n dan ekspresif
 Ceria dan slalu gembira
 Penuh rasa ingin tahu
 Bermata lebar dan polos
 Hidup dimasa sekarang
 Berhati tulus
 Tetap menjadi anak – anak
B. Kelemahan Emosi
 Suka bicara
 Membesar besarkan
 Menyukai perincian
 Susah mengigat nama
 Membuat orang lain takut
 Sebagian terlalu bahagia
 Energi yang tak mau diam
 Egoistis
 Suka mengeluh
 Kekanak – kanakan
 Suara dan tertawa keras
 Dikendalikan keadaan
 Mudah marah
 Tampak palsu bagi sebagian orang
2. Dalam Kerja
A. Kekuatan Kerja
 Mengajukan diri secara suka rela
 Memikirkan kegiatan baru
 Tampak hebat dipermukaan
 Kreatif dan penuh warna
 Punya energi dan semangat
 Mulai dengan cara yang hebat
 Mengilhami orang lain untuk bergabung
 Mempesona orang lain untuk bekerja
B. Kelemahan Kerja
 Lebih suka berbicara untuk bekerja
 Melupakan kewajiban
 Tidak mengikuti sampai tuntas
 Keyakinan cepat luntur
 Tidak disiplin
 Prioritas kacau
 Memutuskan dengan perasaan
 Mudah teralihkan perhatiannya
 Membuang – buang waktu dengan bicara



3. Dalam bergaul dengan teman - teman
A. Kekuatan
 Mudah berteman
 Menyukai orang lain
 Terdorong oleh pujian
 Tampak menggembirakan
 Dicemburui oleh orang lain
 Tidak menyimpan dendam
 Cepat minta maaf
 Mencegah saat membosankan
 Menyukai kegiatan spontan
B. Kelemahan
 Benci sendirian
 Perlu menjadi pusat perhatian
 Ingin popular
 Mencari penghargaan
 Mendominasi percakapan
 Menyela dan tidak mendengarkan
 Menjawab untuk orang lain
 Tidak tetap dan pelupa
 Menyukai kegiatan
 Mengulangi cerita

Kombinasi kepribadian sanguinis antara lain :

 Sanguinis-Koleris
Tipe kombinasi sanguinis-koleris adalah tipe orang yang paling terbuka dibandingkan kombinasi kepribadian lain. Dengan sifat dominan kepribadiannya yang terbuka, optimis, dan menyukai kenikmatan, orang dengan tipe ini mampu menjadi pemimpin hebat tanpa mengorbankan aspek produktifitasnya. Tipe kombinasi ini merupakan pribadi yang mempesona, kreatif, dan berani mengambil keputusan.
Orang tipe ini sangat mudah menjalin relasi dengan orang lain dan pandai mengambil manfaat dari hubungan baik tersebut. Orang ini kadang-kadang dipandang rendah atau underdog oleh orang lain karena mungkin banyak bicara dan melontarkan humor serta terlalu mudah bergaul dengan orang lain. Namun, di balik anggapan itulah sifat bawaan tipe koleris yang ada padanya justru menjadi dominan dan dia leluasa membalikkan keadaan untuk mencapai tujuan. Orang yang punya banyak ide kreatif ini juga punya energi besar untuk mewujudkan tujuan tersebut dibandingkan dengan orang tipe sanguinis murni.
Tidak adanya sisi intelektual dan hasrat bertindak dengan cara yang benar merupakan kelemahan tipe kombinasi ini. Sifat humoris sanguinisnya dapat melukai perasaan orang lain jika dikombinasi dengan sifat kolerisnya yang suka memandang rendah orang lain. Sifat tidak suka hal-hal detail membuatnya mudah tertekan karena selalu kekurangan waktu dan tugas yang semakin menumpuk dari waktu ke waktu.
Kombinasi tipe koleris dan sanguinis akan memunculkan sifat-sifat kepribadian terbuka, yang cenderung menampilkan diri apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Hal ini berbeda dengan tipe koleris murni yang kadang-kadang bisa menyembunyikan penampilan terbukanya di balik kuatnya keinginan untuk mencapai tujuan. Orang dengan tipe kombinasi kepribadian ini mempunyai antusiasme dan optimisme yang tinggi dalam bekerja dan tidak terlalu otoriter seperti halnya tipe koleris murni atau tipe kombinasi koleris-melankolis. Disamping itu, mereka mampu menggunakan keunggulannya dalam sosialisasi dengan orang lain untuk memotivasi dan memengaruhi orang agar sejalan dengan tujuannya.
Orang ini mempunyai energi yang sangat besar untuk memulai pekerjaan baru, serta dapat menindaklanjutinya secara konsisten dan cepat seperti bawaan sifat kolerisnya. Dia juga mampu menggunakan kekuatannya untuk mengajak orang lain bekerja sama dengannya serta menyelesaikan konflik yang ada di antara mereka. Selain itu, orang ini punya jiwa kepemimpinan yang simpatik dan mampu berdebat dan bernegosiasi dengan baik serta—yang lebih penting
Lagi mampu menyakinkan orang lain bahwa dia benar.
Kelemahan tipe ini adalah mudah marah dan suka memaksakan kehendak kepada orang lain. Kemampuan melihat kebenaran dan objektifitas suatu masalah atau perangai orang lain di sekitarnya tidak sebesar tipe melankolis atau kombinasi koleris-melankolis sehingga keputusan yang diambilnya masih dipengaruhi unsur subjektifitas. Si koleris-sanguinis ini mudah marah, namun juga cepat memaafkan dan melupakannya. Jika dikritik orang lain, dia cenderung akan berdalih dan tetap tidak mau mengakuinya. Sifat negatif lainnya adalah kurangnya ketelitian dalam bekerja yang diakibatkan kombinasi dua tipe yang memang tidak suka terhadap hal-hal kecil dan detail.
 Sanguinis-Phlegmatis
Orang bertipe sanguinis-phlegmatis biasanya terbuka, optimis, mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain, dan disukai. Sisi sanguinis membuat dia kreatif, antusias, ramah, dan dapat menginspirasi orang lain. Sementara itu, sisi phlegmatisnya membuat dia berhati-hati dan sensitif terhadap perasaan orang lain. Dia menghendaki hubungan harmonis dengan orang lain dan berniat menjaga hubungan itu sebaik mungkin.
Orang tipe ini cenderung melihat ke dalam dirinya jika mengalami kejadian yang berpotensi mengganggu hubungannya dengan orang lain. Misalnya, jika seorang atasan berkata, "Kita ternyata tidak dapat mencapai target penjualan bulan ini." Bawahan yang bertipe sanguinis-phlegmatis akan berpikir, "Apakah dia marah kepada saya, ya?" Jadi, orang tipe ini mempunyai perasaan yang dua kali lebih peka dibandingkan tipe lain, dan sangat mengutamakan keharmonisan hubungan dengan orang lain. Dengan demikian, tipe ini adalah teman yang paling menyenangkan dibandingkan tipe lain atau tipe kombinasi lain karena dia mudah bergaul, kreatif, mudah diajak bersenang-senang, penuh perhatian, dan suka membantu rekan-rekannya secara spontan.
Kelemahannya adalah kurang berani mengambil keputusan, kurang terorganisasi, dan suka menunda pekerjaan. Jika beium menguasai pekerjaannya, mereka cenderung banyak omong bukannya berusaha menguasai detail pekerjaan itu. Jika akan mengambil keputusan, mereka cenderung bertanya dan meminta nasihat orang lain. Kadang-kadang mereka juga mengabaikan pandangan objektifnya sendiri karena terdorong oleh hasrat kepribadiannya yang ingin berkomunikasi dengan orang lain dan berusaha memuaskan semua pihak, termasuk menuruti saran-saran yang mungkin dalam hati kecilnya sendiri tidak disetujuinya. Akhirnya, masukan-masukan orang lain kadang-kadang justru semakin membingungkannya dalam mengambil keputusan. Kekuatannya untuk mengajak orang lain bekerja sama dengannya serta menyelesaikan konflik yang ada di antara mereka. Selain itu, orang ini punya jiwa kepemimpinan yang simpatik dan mampu berdebat dan bernegosiasi dengan baik serta yang lebih penting lagi mampu meyakinkan orang lain bahwa dia benar
Sesuai sifatnya, orang tipe sanguinis-phlegmatis sangat boros uang, terutama untuk keperluan belanja, bersosialisasi dengan teman-temannya di cafe, dan sebagainya karena dia punya hasrat besar untuk bersosialisasi dan menyenangkan pihak lain. Jika sadar bahwa keuangannya memburuk dan pekerjaannya banyak yang tertunda, yang dilakukannya hanya mengeluh dan menyalahkan keadaan, atau berbelanja lagi.


B. Penerapan Kepribadian Sanguinis dalam pembelajaran

1. Guru Sanguinis
Guru sanguinis mungkin tidak sehebat potret diri kepribadian lain, tetapi prilaku mereka selalu menampakkan kesenangan. Kepribadian yang meluap-luap dan pesona mereka yang memiliki daya magnetis yang kuat. Pribadi guru ini punya sekolompok penggemar dari peserta didik yang selalu menyertai mereka. Walaupun kegiatan menyenangkan sanguinis kadang-kadang lepas kendali, sang guru sanguinis sangat pandai dalam memunculkan kepribadiannya secara menarik. Sebagai pengajar, guru sanguinis cenderung menjadi guru menggembirakan, membujuk dan mengilhami, tetapi mudah lupa dan kurang baik dalam persiapan dan ketuntasan dalam pengajaran.
2. Murid Sanguinis
Mengenal Murid Sanguinis
• Kenali kesulitan mereka dalam menyelesaikan tugas
• Sadarilah mereka bicara tanpa berpikir lebih dulu
• Sadarilah mereka menyukai variasi dan fleksibelitas
• Bantulah mereka agar tidak menerima lebih dari yang bisa mereka lakukan
• Jangan harapkan mereka mengingat janji pertemuan atau tepat pada waktunya
• Pujilah mereka untuk segala sesuatu yang dapat mereka raih
• Ingat bahwa mereka orang yang terpengaruh oleh keadaan
• Bawakan mereka hadiah: Mereka menyukai mainan baru
• Terimalah kenyataan bahwa mereka mendapatkan kesenangan dari apa yang akan memalukan orang lain
• Sadarilah bahwa mereka bermaksud baik



























BAB III
PENUTUP


Kesimpulan


Kepribadian sanguinis itu merupakan bentuk kepribadian yang popular namun selain itu juga sanguinis merupakan bentuk kepribadian yang kekanak - kanakan. Kepribadian ini ditandai oleh sifat yang mudah dan kuat menerima kesan atau pengaruh kejiwaan, tetapi yang tidak mendalam dan tidak tahan lama.
Dalam pembelajaran, kepribadian sanguinis bagi guru dapat menjadi pembujuk, menciptakan suasana senang, di gemari oleh muridnya, dll. Dan kita sebagai calon guru harus dapat mengenali murid tipe sanguinis seperti kesulitan dalam mengerjakan tugas, memberikan pujian, agar sesuai dalam memberikan pembelajaran.

















BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Kepribadian dan perubahannya oleh M.A.W Brouwer dkk, Edisi dua.
Psikologi Kepribadian oleh Sumadi Suryabrata( BA, Drs, MA, EdS,Ph.D ) Universitas Gajah Mada.
Artikelkamal.blogspot.com/2009/04/sanguinis.html
Kombinasi 4 kepribadian (sanguin melankolis plegmatis kolerisoleris)
Dipasang: Monday 24 August 2009 - Komentar 8 [ Komentar ] - Jejak Balik 0 [ Jejak Balik.

TUGAS PROFESI KEGURUAN

1. Pengertian Kompetensi

Kompetensi secara umum (Departemen Pendidikan Nasional (2006 : 2)) :
• Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki peserta didik.


Pengertian kompetensi secara khusus ( Menurut Surya dkk (2004 : 4.24)) :
• Kompetensi adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan penampilan unjuk kerja sebagai guru secara tepat.


2. Macam – macam Kompetensi

Dalam UU Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen ( pasal 10 ayat 1 ) kompetensi guru dikelompokan menjadi 4 kelompok, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, sebagai berikut :

a. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Termasuk kedalam kemampuan ini antara lain sub – sub kemampuan :
1. Menata ruang kelas
2. Menciptakan iklim kelas yang kondusif
3. Memotivasi siswa agar bergairah belajar
4. Memberi penguatan verbal maupun non verbal
5. Memberikan petunjuk – petunjuk yang jelas kepada siswa
6. Tanggap terhadap gangguan kelas
7. Menyegarkan kelas jika kelas mulai lelah

b. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Termasuk dalam kemampuan ini antara lain sub – sub kemampuan :
1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Memahami tujuan pendidikan dan pembelajaran
3. Memahami diri ( mengetahui kelebihan dan kekurangan dirinya )
4. Mengembangkan diri
5. Menunjukan keteladanan kepada peserta didik
6. Menunjukan sikap demokratis, toleran, tenggang rasa, jujur, adil, tanggungjawab, disiplin, santun, bijaksana dan kreatif.

c. Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efesien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua atau wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Termasuk kedalam kemampuan ini adalah sub – sub kompetensi :
1. Luwes bergaul dengan siswa, sejawat dan masyarakat.
2. Bersikap ramah, akrab dan hangat terhadap siswa, sejawat dan masyarakat.
3. Bersikap simpatik dan empatik
4. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial

d. Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.
Dirjen Dikti Depdiknas :
Menurut Dikti (2006 : 7) sosok utuh kompetensi profesional guru (dalam hal ini guru SD) terdiri atas kemampuan :
1. Mengenal secara mendalam peserta didik yang hendak dilayani.
2. Menguasai bidang ilmu sumber bahan ajaran lima mata pelajaran di SD baik dari segi :
a. Substansi dan metodologi bidang ilmu, maupun
b. Pengemasan bidang ilmu menjadi bahan ajar dalam kurikulum SD.
3. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik yang mencakup :
a. Perancangan program pembelajaran berdasarkan serentetan keputusan situasional.
b. Implementasi program pembelajaran termasuk penyesuaian sambil jalan berdasarkan on-going transactional decisions berhubung reaksi unik dari peserta didik terhadap tindakan guru.

4. Mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan. Kompetensi profesional guru SD yang dikemukakan dikti banyak kemiripannya dengan yang dikemukakan Dikdasmen.

Rabu, 17 Februari 2010

Penyusunan Kisi-kisi


Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Kisi-kisi dapat berbentuk format atau matriks seperti contoh berikut ini.


FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL

Jenis sekolah : ……………………… Jumlah soal : ………………………
Mata pelajaran : ……………………… Bentuk soal/tes : ..................
Kurikulum : ……………………… Penyusun : 1. …………………
Alokasi waktu : ……………………… 2. …………………






Selasa, 09 Februari 2010

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

HAKIKAT PENILAIAN
Penilaian merupakan rangkaian kegiatan
untuk memperoleh, menganalisis, dan
menafsirkan data tentang proses dan hasil
belajar peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan
sehingga menjadi informasi yang bermakna
dalam pengambilan keputusan.

Penilaian (assessment)
™ Penilaian adalah proses sistematis meliputi
pengumpulan informasi (angka, deskripsi verbal),
analisis, dan interpretasi informasi untuk membuat
keputusan.
™ Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa
hasil atau prestasi belajar peserta didik.
™ Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan
naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa
angka).

PRINSIP PENILAIAN

™ Sahih (valid)
™ Objektif
™ Adil
™ Terpadu
™ Terbuka
™ Menyeluruh dan berkesinambungan
™ Sistematis
™ Menggunakan acuan kriteria
™ Akuntabel

TEKNIK PENILAIAN
Teknik penilaian dilakukan melalui:
™ Tes,
™ Observasi,
™ Penugasan,
™ Bentuk lain yang sesuai, misalnya
Inventori, Jurnal, Penilaian Diri, Penilaian
Antarteman.

* OBSERVASI
Penilaian melalui pengamatan terhadap kinerja,
minat, dan atau sikap peserta didik

PENUGASAN
Penilaian untuk penugasan dapat dilakukan secara
individual atau kelompok, dan dapat berupa:
™ projek,
™ produk,
™ portofolio.

* ASPEK YANG DIUKUR
DALAM PENILAIAN

A. Aspek Kognitif – Pengetahuan
B. Aspek Psikomotor – Keterampilan
C. Aspek Afektif - Sikap


™ projek,
™ produk,
™ portofolio.

* PENILAIAN HASIL BELAJAR
( PP 19 TAHUN 2005, PASAL 64 )

No Kel. Mapel
1 Agama & akhla
mulia
2 Kewarganegar
an & kepribad
3 Ilmu Pengetah
& Teknologi
4 Estetika
5 Jasmani,
olahraga, dan
Kesehatan

* INSTRUMEN PENILAIAN

™ Tes - perangkat tes berisi butir-butir soal (bentuk
PG, isian, uraian, praktik)
™ Observasi – lembar pengamatan
™ Penugasan – lembar tugas
™ Inventori – skala Thurstone, skala Likert, skala
Semantik
™ Penilaian diri – kuesioner
™ Penilaian antarteman - kuesioner

* Kriteria Instrumen
Penilaian
™ Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan
substansi, konstruksi, dan bahasa;
™ Persyaratan substansi merepresentasikan
kompetensi yang dinilai;
™ Persyaratan konstruksi adalah persyaratan teknis
sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan;
™ Persyaratan bahasa berhubungan dengan
penggunaan bahasa yang baik dan benar serta
komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan
peserta didik;
™ Instrumen penilaian dilengkapi dengan pedoman
penskoran.

PROSEDUR PENILAIAN
Penilaian hasil belajar dilakukan
oleh:
™ Pendidik
™ Satuan Pendidikan
™ Pemerintah

* PERANCANGAN PENILAIAN
(Permendiknas 20/2007) PERANCANGAN
PENILAIAN:
Dilakukan oleh pendidik pada saat
penyusunan silabus
Dijabarkan dalam rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).

* MEKANISME PENILAIAN
1 Perancangan Penilaian
2.Pelaksanaan Penilaian
3.Analisis Hasil Penilaian
4.Tindak lanjut Hasil Penilaian
5. Pelaporan Hasil Penilaian

* PERANCANGAN PENILAIAN

(Permendiknas 20/2007) PERANCANGAN
PENILAIAN:
Dilakukan oleh pendidik pada saat
penyusunan silabus
Dijabarkan dalam rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).

PENGOLAHAN NILAI HASIL
BELAJAR

Semua hasil penilaian (UH, Tugas, UTS, UAS
dan UKK) dipertimbangkan dalam menentukan
nilai rapor
Contoh format berikut tidak baku, sekolah
dapat mengembangkan sesuai dengan
kebutuhan masing-masing

* CONTOH FORMAT
PENGOLAHAN NILAI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
Mata Pelajaran : ……………………
Kelas/Semester : ……………………

No...............
Nama.............
Pes.ddk.........
Ulangan Harian.........
Tugas ...........

Jumat, 05 Februari 2010

Berdasarkan aspek psikologis :
Menurut Jung kepribadian dikategorikan menjadi ; introvert dan ekstrovert, sedangkan
Heymans membagi menjadi : emosialitet, aktivitet dan sekunder.
Faktor – faktor yang mempengaruhi kepribadian :
1. Faktor genetik
Dari beberapa penelitian bayi-bayi baru lahir mempunyai temperamen yang berbeda,
Perbedaan ini lebih jelas terlihat pada usia 3 bulan. Perbedaan meliputi: tingkat aktivitas,
rentang atensi, adaptabilitas pada perubahan lingkungan. Sedangkan menurut hasil riset
tahun 2007 kazuo Murakami di Jepang menunjukan bahwa gen Dorman bisa distimulasi
dan diaktivasi pada diri seseorang dalam bentuk potensi baik dan potensi buruk.
2. Faktor lingkungan
Perlekatan (attachment): kecenderungan bayi untuk mencari kedekatan dengan
pengasuhnya dan untuk merasa lebih aman dengan kehadiran pengasuhnya dapat
mempengaruhi kepribadian.
Teori perlekatan (Jhon Bowlby) menunjukkan : kegagalan anak membentuk perlekatan
yang kuat dengan satu orang atau lebih dalam tahun pertama kehidupan berhubungan
dengan ketidakmampuan membentuk hubungan dengan orang lain pada masa dewasa
(Bowlby , 1973).
2. Faktor stimulasi gen dan cara berpikir
Berdasarkan penelitian akhir 2007, yang dilakukan oleh Kazuo Murakami, Ph.D dari
Jepang dalam bukunya The Divine message of the DNA. Menyimpulkan bahwa
kepribadian sepenuhnya dikendalikan oleh gen yang ada dalam sel tubuh manusia. Gen
tersebut ada yang bersipat Dorman (tidur) atau tidak aktip dan yang bersipat aktip. Bila
kita sering menyalakan gen yang tidur dengan cara positif thinking maka kepribadian dan
nasib kita akan lebih baik. Jadi genetik bukan sesuatu yang kaku, permanen dan tidak
dapat dirubah.
Setiap orang yang diciptakan Tuhan sudah dilengkapi dengan kepribadian. Kepribadian itu
sebetulnya adalah sumbangsih atau pemberian Tuhan ditambah dengan pengaruh lingkungan
yang kita terima atau kita alami pada masa pertumbuhan kita. Sumber:
http://www.okezone.com. Ada beberapa ahli yang beranggapan bahwa segalanya telah
diprogram dalam genetik. Beberapa ahli lain menyatakan bahwa faktor belajar dan
lingkungan memegang peranan yang sangat menentukan. Perpaduan kedua faktor itu
dinamakan Anna Anastasia, dimana keduanya membentuk kepribadian manusia.
John L Holland, seorang praktisi yang mempelajari hubungan antara kepribadian dan minat
pekerjaan, mengemukakan bahwa ada enam tipe atau orientasi kepribadian pada manusia.
1. Tipe realistik .
Menyukai pekerjaan yang sifatnya konkret, yang melibatkan kegiatan sistematis, seperti
mengoperasikan mesin, peralatan. Tipe seperti ini tidak hanya membutuhkan keterampilan,
komunikasi, atau hubungan dengan orang lain, tetapi dia memiliki fisik yang kuat. Bidang
karier yang cocok, yaitu perburuhan, pertanian, barber shop, dan konstruski.
2. Tipe intelektual/investigative .
Menyukai hal-hal yang teoritis dan konseptual, cenderung pemikir daripada pelaku tindakan,
senang menganalis, dan memahami sesuatu. Biasanya menghindari hubungan sosial yang
akrab. Tipe ini cocok bekerja di laboratorium penelitian, seperti peneliti, ilmuwan, ahli
matematika.
3. Tipe sosial.
Senang membantu atau bekerja dengan orang lain. Dia menyenangi kegiatan yang melibatkan
kemampuan berkomunikasi dan ketrampilan berhubungan dengan orang lain, tetapi umumnya
kurang dalam kemampuan mekanikal dan sains. Pekerjaan yang sesuai, yaitu guru/pengajar,
konselor, pekerja sosial, guide, dan bartender.
4. Tipe konvensional.
Menyukai pekerjaan yang terstruktur atau jelas urutannya, mengolah data dengan aturan
tertentu. Pekerjaan yang sesuai, yaitu sekretaris, teller, filing, serta akuntan.
5. Tipe usaha/enterprising.
Cenderung mempunyai kemampuan verbal atau komunikasi yang baik dan menggunakannya
untuk memimpin orang lain, mengatur, mengarahkan, dan mempromosikan produk atau
gagasan. Tipe ini sesuai bekerja sebagai sales, politikus, manajer, pengacara atau agensi iklan.
6. Tipe artistik .
Cenderung ingin mengekspresikan dirinya, tidak menyukai struktur atau aturan, lebih
menyukai tugas-tugas yang memungkinkan dia mengekspresikan diri. Karier yang sesuai,
yaitu sebagai musisi, seniman, dekorator, penari, dan penulis.
3. Struktur kepribadian manusia
Struktur kepribadian merupakan unsur-unsur atau komponen yang membentuk diri
seseorang secara psikologis. Salah satu contoh struktur kepribadian yang paling tua
gagasannya adalah menurut Sigmund Frued tokoh psikoanalisa. Berdasarkan beberapa
penelitian pada klien yang mengalami masalah kejiwaan ia menyimpulkan bahwa diri
manusia dalam membentuk kepribadianya terdiri atas 3 komponen utama yaitu Das es,
das ich, das Uber Ich istilah lainnya id, ego, super ego. Untuk memudahkan pemahaman,
saya sering menamakan kalau id artinya nafsu atau dorongan-dorongan kenikmatan yang
harus dipuaskan, bersipat alamiah pada manusia. Ego sering saya analogikan sebagai
kemampuan otak atau akal yang membimbing manusia untuk mencari jalan keluar
terhadap masalah melalui penalarannya. Super Ego sering saya analogikan sebagai norma,
aturan, agama, norma sosial.
a. Sejarah hidup Sigmund Frued
Sigmund Freud yang terkenal dengan Teori Psikoanalisis dilahirkan di Morovia, pada
tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Gerald
Corey dalam “Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy” menjelaskan
bahwa Sigmund Freud adalah anak sulung dari keluarga Viena yang terdiri dari tiga laki-
laki dan lima orang wanita. Dalam hidupnya ia ditempa oleh seorang ayah yang sangat
otoriter dan dengan uang yang sangat terbatas, sehingga keluarganya terpaksa hidup
berdesakan di sebuah aparterment yang sempit, namun demikian orang tuanya tetap
berusaha untuk memberikan motivasi terhadap kapasitas intelektual yang tampak jelas
dimiliki oleh anak-anaknya.
Sebahagian besar hidup Freud diabdikan untuk memformulasikan dan mengembangkan
tentang teori psikoanalisisnya. Uniknya, saat ia sedang mengalami problema emosional
yang sangat berat adalah saat kreativitasnya muncul. Pada umur paruh pertama empat
puluhan ia banyak mengalami bermacam psikomatik, juga rasa nyeri akan datangnya maut
dan fobi-fobi lain. Dengan mengeksplorasi makna mimpi-mimpinya sendiri ia mendapat
pemahaman tentang dinamika perkembangan kepribadian seseorang.
Sigmund Freud dikenal juga sebagai tokoh yang kreatif dan produktif. Ia sering
menghabiskan waktunya 18 jam sehari untuk menulis karya-karyanya, dan karya tersebut
terkumpul sampai 24 jilid. Bahkan ia tetap produktif pada usia senja. Karena karya dan
produktifitasnya itu, Freud dikenal bukan hanya sebagai pencetus psikoanalisis yang
mencuatkan namanya sebagai intelektual, tapi juga telah meletakkan teknik baru untuk
bisa memahami perilaku manusia. Hasil usahanya itu adalah sebuah teori kepribadian dan
psikoterapi yang sangat komprehenshif dibandingkan dengan teori serupa yang pernah
dikembangkan.
Psikoanalisa dianggap sebagai salah satu gerakan revolusioner di bidang psikologi yang
dimulai dari satu metode penyembuhan penderita sakit mental, hingga menjelma menjadi
sebuah konsepsi baru tentang manusia. Hipotesis pokok psikoanalisa menyatakan bahwa
tingkah laku manusia sebahagian besar ditentukan oleh motif-motif tak sadar, sehingga
Freud dijuluki sebagai bapak penjelajah dan pembuat peta ketidaksadaran manusia.
Lima karya Freud yang sangat terkenal dari beberapa karyanya adalah: (1) The
Interpretation of dreams (1900), (2) The Psichopathology of Everiday Life (1901), (3)
General Introductory Lectures on Psichoanalysis (1917), (4) New Introductory Lectures
on Psichoanalysis (1933) dan (5) An Outline of Psichoanalysis (1940).
Dalam dunia pendidikan pada masa itu, Sigmund Freud belum seberapa populer. Menurut
A. Supratika, nama Freud baru dikenal pertama kalinya dalam kalangan psikologi
akademis pada tahun 1909, ketika ia diundang oleh G. Stanley Hall, seorang sarjana
psikologi Amerika, untuk memberikan serangkaian kuliah di universitas Clark di
Worcester, Massachusetts. Pengaruh Freud di lingkungan psikologi baru terasa sekitar
tahun 1930-an. Akan tetapi Asosiasi Psikoanalisis Internasional sudah terbentuk tahun
1910, begitu juga dengan lembaga pendidikan psikoanalisis sudah didirikan di banyak
negara.
b. PersepsiFreud tentang sifat manusia
Menurut Sigmund Freud, perilaku manusia itu ditentukan oleh kekuatan irrasional yang
tidak disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa
enam tahun pertama dalam kehidupannya. Pandangan ini menunjukkan bahwa aliran teori
Freud tentang sifat manusia pada dasarnya adalah deterministik. Namun demikian ]
menurut Gerald Corey yang mengutip perkataan Kovel, bahwa dengan tertumpu pada
dialektika antara sadar dan tidak sadar, determinisme yang telah dinyatakan pada aliran
Freud luluh. Lebih jauh Kovel menyatakan bahwa jalan pikiran itu adalah ditentukan,
tetapi tidak linier. Ajaran psikoanalisis menyatakan bahwa perilaku seseorang itu lebih
rumit dari pada apa yang dibayangkan pada orang tersebut.
Di sini, Freud memberikan indikasi bahwa tantangan terbesar yang dihadapi manusia
adalah bagaimana mengendalikan dorongan agresif itu. Bagi Sigmund Freud, rasa resah
dan cemas seseorang itu ada hubungannya dengan kenyataan bahwa mereka tahu umat
manusia itu akan punah. Kecemasan muncul karena adanya konflik antara id dengan super
ego.

c. Struktur Kepribadian dalam pandangan Frued
Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari id, ego dan
superego. Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana
sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”. Ego adalah bagian
kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar
untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-
dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego. Superego adalah bagian moral dari
kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah-benar,
boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.
Gerald Corey menyatakan dalam perspektif aliran Freud ortodoks, manusia dilihat sebagai
sistem energi, dimana dinamika kepribadian itu terdiri dari cara-cara untuk
mendistribusikan energi psikis kepada id, ego dan super ego, tetapi energi tersebut
terbatas, maka satu diantara tiga sistem itu memegang kontrol atas energi yang ada,
dengan mengorbankan dua sistem lainnya, jadi kepribadian manusia itu sangat ditentukan
oleh energi psikis yang menggerakkan.
Menurut Calvil S. Hall dan Lindzey, dalam psikodinamika masing-masing bagian dari
kepribadian total mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip kerja dinamika dan
mekanisme tersendiri, namun semuanya berinteraksi begitu erat satu sama lainnya,
sehingga tidak mungkin dipisahkan. Id bagian tertua dari aparatur mental dan merupakan
komponen terpenting sepanjang hidup. Id dan instink-instink lainnya mencerminkan
tujuan sejati kehidupan organisme individual. Jadi id merupakan pihak dominan dalam
kemitraan struktur kepribadian manusia.
Cara kerja masing-masing struktur dalam pembentukan kepribadian adalah: (1) apabila
rasa id-nya menguasai sebahagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak
primitif, implusif dan agresif dan ia akan mengumbar impuls-impuls primitifnya, (2)
apabila rasa ego-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya
bertindak dengan cara-cara yang realistik, logis, dan rasional, dan (3) apabila rasa super
ego-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak pada
hal-hal yang bersifat moralitas, mengejar hal-hal yang sempurna yang kadang-kadang
irrasional.
Jadi untuk lebih jelasnya sistem kerja ketiga struktur kepribadian manusia tersebut adalah:
Pertama, Id merupakan sistem kepribadian yang orisinil, dimana ketika manusia itu
dilahirkan ia hanya memiliki Id saja, karena ia merupakan sumber utama dari energi psikis
dan tempat timbulnya instink. Id tidak memiliki organisasi, buta, dan banyak tuntutan
dengan selalu memaksakan kehendaknya. Aktivitas Id dikendalikan oleh prinsip
kenikmatan dan proses primer.
Id mulai berkembang pada usia bayi, bagian kepribadian yang paling primitif, dan sudah
ada sejak lahir Aspek biologis dari kepribadian.Id terdiri dari dorongan (impuls) dasar
:kebutuhan makan, minum, eliminasi, menghindari rasa sakit, memperoleh kenikmatan
sosial. Id juga merupakan kondisi Unconsciousness, sumber energi psikis, sistem
kepribadian yang dasar, terdapat naluri-naruli bawaan, berisi keinginan-keinginan yang
belum tentu sesuai dengan norma. Id biasanya menuntut segera dipuaskan (the principles
of constancy). Id akan Menjalankan fungsi tindakan refleks dan proses berpikir primer

Kedua, Ego mengadakan kontak dengan dunia realitas yang ada di luar dirinya. Di sini
ego berperan sebagai “eksekutif” yang memerintah, mengatur dan mengendalikan
kepribadian, sehingga prosesnya persis seperti “polisi lalulintas” yang selalu mengontrol
jalannya id, super-ego dan dunia luar. Ia bertindak sebagai penengah antara instink dengan
dunia di sekelilingnya. Ego ini muncul disebabkan oleh kebutuhan-kebutuhan dari suatu
organisme, seperti manusia lapar butuh makan. Jadi lapar adalah kerja Id, yang
memutuskan untuk mencari dan mendapatkan serta melaksanakan itu adalah kerja
ego.sedangkan pertimbangan halal dan haram dalam mencari makan adalaj kerja Super
ego. Ego mulai berkembang usia 2-3 th. Ego merupakan aspek psikologis kepribadian.
Ego berada pada tingkat pra sadar. Ego menjalankan fungsi dengan proses berpikir
sekunder (rasional). Ego merupakan hasil kontak individu dengan dunia luar/lingk (The
realita of principles) dan penengah tuntutan id dan superego.
Sedangkan yang ketiga, superego adalah yang memegang keadilan atau sebagai filter dari
kedua sistem kepribadian, sehingga tahu benar-salah, baik-buruk, boleh-tidak dan
sebagainya. Di sini superego bertindak sebagai sesuatu yang ideal, yang sesuai dengan
norma-norma moral masyarakat. Super ego Mulai berkemb usia 4-6 tahun. Super Ego
merupakan aspek sosiologis kepribadian, sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai
dan aturan yang sifatnya evaluatif. Terbentuk melalui internalisasi nilai-nilai atau aturan-
aturan dari significant others. Berfungsi dalam legislatif dan yudikatif. Super Ego juga
terdiri dari : kata hati (nurani) & ego ideal. Fungsi utama: 1) pengendali id, 2)
mengarahkan ego pada tujuan yang yang sesuai dengan moral ketimbang kenyataan, 3)
mendorong individu ke arah kesempurnaan.

d. Pandangan Freud terhadap Kesadaran dan ketidaksadaran
Pemahaman tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia merupakan salah satu
sumbangan terbesar dari pemikiran Freud. Menurutnya, kunci untuk memahami perilaku
dan problema kepribadian bermula dari hal tersebut. Ketidakasadaran itu tidak dapat
dikaji langsung, karena perilaku yang muncul itu merupakan konsekuensi logisnya.
Menurut Gerald Corey, bukti klinis untuk membenarkan alam ketidaksadaran manusia
dapat dilihat dari hal-hal berikut, seperti: (1) mimpi; hal ini merupakan pantulan dari
kebutuhan, keinginan dan konflik yang terjadi dalam diri, (2) salah ucap sesuatu; misalnya
nama yang sudah dikenal sebelumnya, (3) sugesti pasca hipnotik, (4) materi yang berasal
dari teknik asosiasi bebas, dan (5) materi yang berasal dari teknik proyeksi, serta isi
simbolik dari simptom psikotik.
Sedangkan kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan
pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah
permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang terlihat di
permukaan. Demikianlah juga halnya dengan kepribadian manusia, semua pengalaman
dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam ketidaksadaran. Secara skematis
alam bawah sadar dan alam sadar dapat dibandingkan sebagai berikut :
e. Pandangan Freud terhadap Kecemasan
Bagian yang tidak kalah penting dari teori Freud adalah tentang kecemasan. Gerald Corey
mengartikan kecemasan itu adalah sebagai suatu keadaan tegang yang memaksa kita
untuk berbuat sesuatu. Kecemasan ini menurutnya berkembang dari konflik antara sistem
id, ego dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada. Fungsinya adalah
mengingatkan adanya bahaya yang datang.
Sedangkan menurut Calvin S. Hall dan Lindzey, kecemasan itu ada tiga: kecemasan
realita, neurotik dan moral. (1) kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang
datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada
ancaman nyata. Misalnya kecemasan saat seseorang menjelang ujian, wawancara, tes
kerja. (2) kecemasan neurotik adalah rasa takut kalau-kalau instink akan keluar jalur dan
menyebabkan sesorang berbuat sesuatu yang dapat membuatnya terhukum, misalnya
manusia tidak kuat bahwa hasrat seksual harus dipuaskan, hasrat lapar harus dipuaskan,
hasrat tidur, hasrat terhindar dari sakit harus dipuaskan tetapi pemuasannya sangat sulit
dan perlu perjuangan berat. dan (3) kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati
nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa
bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral. Misalnya
melakukan masturbasi, mencuri, korupsi, berbohong.
e. Pandangan Freud terhadap Kecemasan
Bagian yang tidak kalah penting dari teori Freud adalah tentang kecemasan. Gerald Corey
mengartikan kecemasan itu adalah sebagai suatu keadaan tegang yang memaksa kita
untuk berbuat sesuatu. Kecemasan ini menurutnya berkembang dari konflik antara sistem
id, ego dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada. Fungsinya adalah
mengingatkan adanya bahaya yang datang.
Sedangkan menurut Calvin S. Hall dan Lindzey, kecemasan itu ada tiga: kecemasan
realita, neurotik dan moral. (1) kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang
datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada
ancaman nyata. Misalnya kecemasan saat seseorang menjelang ujian, wawancara, tes
kerja. (2) kecemasan neurotik adalah rasa takut kalau-kalau instink akan keluar jalur dan
menyebabkan sesorang berbuat sesuatu yang dapat membuatnya terhukum, misalnya
manusia tidak kuat bahwa hasrat seksual harus dipuaskan, hasrat lapar harus dipuaskan,
hasrat tidur, hasrat terhindar dari sakit harus dipuaskan tetapi pemuasannya sangat sulit
dan perlu perjuangan berat. dan (3) kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati
nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa
bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral. Misalnya
melakukan masturbasi, mencuri, korupsi, berbohong.
situasi traumatik, (3) pembentukan reaksi; ini adalah menukar suatu impuls atau perasaan
yang menimbulkan kecemasan dengan melawannya dalam kesadaran, (4) proyeksi; ini
berarti memantulkan sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam diri kita sendiri ke dunia
luar, (5) penggeseran; merupakan suatu cara untuk menangani kecemasan dengan
menyalurkan perasaan atau impuls dengan jalan menggeser dari objek yang mengancam
ke “sasaran yang lebih aman”, (6) rasionalisasi; ini cara beberapa orang menciptakan
alasan yang “masuk akal” untuk menjelaskan disingkirnya ego yang babak belur, (7)
sublimasi; ini suatu cara untuk mengalihkan energi seksual kesaluran lain, yang secara
sosial umumnya bisa diterima, bahkan ada yang dikagumi, (8) regresi; yaitu berbalik
kembali kepada prilaku yang dulu pernah mereka alami, (9) introjeksi; yaitu mekanisme
untuk mengundang serta “menelaah” sistem nilai atau standar orang lain, (10) identifikasi,
(11) konpensasi, dan (12) ritual dan penghapusan.
A. KEPRIBADIAN
1. Pengertian kepribadian
Banyak para ahli yang mendefinisikan kepribadian. Salah satu yang paling penting
menurut Gordon W.Allport. Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari
sistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran indvidu
secara khas. Terjadinya Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia.
Maksud dinamis pada pengertian tersebut adalah perilaku mungkin saja berubah-ubah
melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman, reward,
punishment, pendidikan dsb. Misalnya seorang pemalas setelah masuk AKPER
menjadi rajin, maka kepribadiannya berubah. Perilaku SMA berubah menjadi perilaku
mahasiswa AKPER

Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun
dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala
rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan kebiasaan ini
merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan kepribadian
tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya
dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin
matang dan mantap kepribadiannya (Depkes, 1992).
Dalam bahasa latin asal kata personaliti dari persona (topeng), sedangkan dalam ilmu
psikologi menurut, Gordon W.Allport : suatu organisasi yang dinamis dari sistem
psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara
khas. Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia
Berdasarkan pengertian di atas maka corak perilaku individu dalam menyesuaikan diri
dengan lingkungan akan berbeda-beda. Misalnya corak perilaku mahasiswa AKPER
dalam mengisi waktu luang atau saat tidak ada dosen menunjukan seperti apa
kepribadiannya. Ada mahasiswa yang ngobrol, ada mahasiswa yang cenderung
makan, ambil air wudlu untuk sholat, memakai-maki dosen dan pendidikan, ada yang
segera pulang atau pergi ke perpustakaan. Semua perilaku tersebut bersipat khas
artinya hanya dimiliki oleh individu itu. Meskipun orang lain memiliki perilaku yang
sama mungkin pemaknaannya berbeda. Misalnya ada yang makan karena belum
sarapan, ada yang makan karena kesal menunggu, ada yang makan karena ikut teman
atau makan karena mengisi waktu saja.
Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas
dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu bersumber dari
bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga
pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi yang
disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat
psikologis, kejiwaan dan juga yang bersifat fisik. Tersedia dalam
http://www.telaga.org/ringkasan.php?kepribadian.htm

Maksud bentukan keluarga dalam hal ini adalah kata-kata apakah yang sering
dikatakan oleh orang tuanya. Pujian apa yang sering didengar, hukuman apa yang
sering dialami berkaitan dengan satu perilaku di rumah. Motivasi apa serta contoh apa
yang diperlihatkan keluarganya. Semua itu akan membentuk kepribadian seseorang.
Misalnya saat listrik mati ada ayah yang mengatakan : “awas ada hantu”, ada ayah yang mengatakan “cepat siapkan lampu pengganti”, ada orang tua yang pergi ke luar,
ada orang tua yang langsung tidur, ada juga yang menganjurkan berdo’a dan ambil air
wudlu. dsb. Semua stimulus kita dapatkan sejak lahir baik dari kakak, ayah, ibu,
teman, televisi dsb. Semua akan mempengaruhi cara kita bersikap terhadap sesuatu.
Pada saat itulah kepribadian terbentuk. Selanjutnya melalui proses yang tidak
sederhana akan berinteraksi dengan bentuk fisik seperti kurus, pendek, gemuk, lobus
otak, pembuluh darah, jantung dan atribut psikologis misalnya sabar, pemarah,
cerewet, agresif dsb.
Personality is : the complex of all the attributes-behavioral, temperamental, emotional
and mental--that characterize a unique individual; "their different reactions reflected
their very different personalities"; "it is his nature to help others tersedia dalam
http://dict.die.net/personality/personality

Pengertian di atas merujuk pada ciri-ciri perilaku yang kompleks terdiri dari
temperamen (reaksi emosi yang cenderung menetap dalam merespon situasi atau
stimulus lingkungan secara spontan), emosi yang bersipat unik dari individu. Reaksi
yang berbeda dari masing-masing individu menunjukan perbedaan kepribadian.
Dalam konsep text book yang lain digambarkan Personalities is :
1. The quality or condition of being a person.
2. The totality of qualities and traits, as of character or behavior, that are pec
a specific person.
3. The pattern of collective character, behavioral, temperamental, emotion
mental traits of a person: Though their personalities differed, they got a
friends.
4. Distinctive qualities of a person, especially those distinguishing p
characteristics that make one socially appealing: won the election m
personality than on capability. See Synonyms at disposition.
a. A person as the embodiment of distinctive traits of mind and behavior.
b. A person of prominence or notoriety: television personalities.
6. An offensively personal remark. Often used in the plural: Let's not en
personalities.
7. The distinctive characteristics of a place or situation: furnishings that give
personality.
tersedia dalam http://www.yourdictionary.com/ahd/p/p0209600.html
Personality is reflected by a person’s capacity and skill in managing activities of daily
living. Individual responses and interactions to internal and external environmental
demands are influenced by constant interplay of genetic , neurobiological and
psychological factors. (Deborah Antai otong, 1995:288)
Pengertian di atas berfokus pada cara-cara individu dan keterampilan individu dalam
memanfaatkan waktunya setiap hari. Kebiasaan dalam memanfaatkan waktu setiap
hari tersebut merupakan hasil interaksi antara genetik, kondisi otak, persyarafan dan
faktor psikologis.
Berdasarkan pengertian di atas bila kita ambil contoh, waktu jam 5 pagi sampai jam 9
pagi akan menghasilkan prestasi yang berbeda tergantung pada kepribadian orang itu.
Misalnya ;
Mahasiswa A : bangun dan minum kopi, pergi kuliah
Mahasiswa B ; bangun sholat, mandi, kuliah
Mahasiswa C : bangun, mandi, sholat, sarapan, dengar berita, membersihkan rumah,
olah raga, baca buku, pergi kuliah dan ke perpustakaan.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka ada beberapa kata kunci yang dapat
dirumuskan dalam menguraikan kepribadian yaitu : Cara seseorang berespon terhadap
masalah, bersipat unik, dinamis, yang merupakan hasil interaksi fisik/genetik,
environment, emosional, cognition, serta menunjukan cara individu dalam mengelola
(management) waktunya.


Unique Dynamic
Time management Response to problem
Interact
Bio,
psyco,
sos,
spirit,
environ
PERSONALITY

2. Penggolongan manusia berdasarkan kepribadiannya.
Penggolongan manusia berdasarkan beberapa kriteria tertentu sangatlah sulit.
Kendalanya terletak pada heterogenitas dan keunikan sipat manusia. Tidak ada satu
manusiapun yang dapat dianggap memiliki sipat yang sama kemudian dikelompokkan
berdasarkan sipat itu. Selain itu manusia bersipat dinamis dan berubah-ubah sesuai
hasil belajar dan kondisi lingkungan. Meskipun ia orang kembar sangatlah sulit untuk
menganggap satu kelompok kepribadian. Ilmu pengetahuan hanya bisa melakukan
pendekatan agar beberapa ciri yang agak mirip dikelompokkan menjadi beberapa
kelompok kepribadian. Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat
yang memang khas dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu
bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya
bentukan dari keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan yang dibawa
sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal
yang bersifat psikologis, kejiwaan dan juga yang bersifat fisik. Dalam ilmu
keperawatan hal ini dikenal dengan istilah holistic (Biopsikososiospiritual).
Berdasarkan aspek biologis :
Berdasarkan aspek biologis, Hipocrates membagi kepribadian menjadi 4 kelompok besar
dengan fokus pada cairan tubuh yang mendominasi dan memberikan pengaruh kepada
individu tersebut. ( 4 jenis cairan tubuh), pembagiannya meliputi : empedu kuning
(choleris), empedu hitam (melankolis), cairan lendir (flegmatis) dan darah (sanguinis).
The Greek philosophers explained much of personality in terms of the amounts of the four .
blood, indicative of enthusiasm ("sanguine" types).
black bile, standing for depression (the "melancholic" type).
yellow bile for anger (the "choleric" types).
phlegm for apathy (the "phlegmatic" type).
a. Sanguin, sanguin adalah orang yang gembira, yang senang hatinya, mudah untuk
membuat orang tertawa, dan bisa memberi semangat pada orang lain. Tapi
kelemahannya adalah dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai
emosi atau keinginannya.
b. Plegmatik, tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung
tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya
itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya
dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap
dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang
plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka
mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang.
c. Melankolik, Tipe melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling
bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti
estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa
menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolik.
Kelemahan orang melankolik, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup
sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan murung.
d. Kolerik. Seseorang yang kolerik adalah seseorang yang dikatakan berorientasi pada
pekerjaan dan tugas, dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat
tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan akan
bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kelemahan orang yang berciri
kolerik adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain
(empati), belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena
perasaannya kurang bermain.
Sedangkan Menurut Shelldon dan Kretchmer kepribadian didasarkan pada (bentuk tubuh)
: endomorf, mesomorf dan ektomorf. Kepribadian menurut hipocrates mendasarkan pada
reaksi tubuh atau dampak fisiologis tubuh akibat dari adanya 4 kelompok cairan tubuh
tersebut.